Sejarah Asal Mula Bantal yang Dipakai Sekarang Ini

Sejarah Asal Mula Bantal yang Dipakai Sekarang Ini

posted by Custom on April 21, 2016

Bantal merupakan sebuah tas yang lembut dengan bahan pengisi yang bermacam-macam, seperti kapuk, dakron, busa, wol, bulu angsa, lateks, dll. Dimana dengan sarung bantal, seperti sablon sarung bantal atau print sarung bantal dapat digunakan sebagai bantal hias untuk menambah tampilan ruangan semakin menarik, dan bantal sofa untuk melengkapi fungsi sofa atau kursi yang ternyata memiliki sejarah menarik untuk disimak


Bagaimana Sejarah Asal Mula Bantal?

Bantal pertama kali digunakan sekitar 7.000 tahun sebelum masehi oleh bangsa Mesopotamia yang bertempat tinggal di Irak dimana wilayahnya berada di antara Sungai Tigris dan Sungai Eufrat. Pada jaman dahulu terbuat dari batu yang keras. Hal ini dibuktikan dari beberapa penemuan arkeolog di Mesir saat melakukan evakuasi. Tidak hanya di Mesopotamia, masyarakat Mesir juga sudah menggunakannya. Namun, di Mesir terasa lebih lembut dengan bahan sarung bantal pilihan, berbeda dengan di Mesopotamia. Meskipun demikian, masyarakat Mesir jarang menggunakannya, mereka lebih sering meletakkannya di atas pilar bangunan sebagai bantal hias.

Masyarakat Cina juga sudah mengenalnya sekitar tahun 960 masehi. Bantal yang berkembang di Cina terasa lembut dan memiliki hiasan berupa gambar-gambar di cushion cover. Tapi, pada jaman ini belum ada print sarung bantal atau sablon sarung bantal seperti sekarang. Sama seperti Mesir, masyarakat Cina juga cukup jarang untuk menggunakannya sebagai alas kepala saat tidur, mungkin mereka lebih menggunakannya sebagai bantal hias. Mereka yakin bahwa bantal yang lembut akan mencuri energi mereka saat tidur. Jadi, mereka lebih sering tidur dengan bahan yang lebih keras, seperti bambu atau kayu kemudian ditutupi oleh kain sebagai sarung bantal.

Pada awal abad pertengahan, kata bantal sudah disebut di beberapa artikel furniture yang sangat kuno. Persediaannya dengan cushion cover di rumah besar dan istana membuatnya selalu disebut-disebut di Eropa. Mulanya lebih sering berukuran besar dan ditutupi dengan sarung bantal berbahan kulit. Cushion cover tersebut membuatnya cukup kuat jika digunakan sebagai tempat duduk. Namun, furniture sekarang membuatnya yang lebih kecil dimana dapat berguna sebagai bantal hias dan bantal sofa. Sedangkan di Eropa dijadikan simbol status sosial tertentu. Saat Raja Henry VII menduduki kepemimpinan kerajaan Inggris, ia berkeinginan untuk mengubah paradigma. Ia melarang semua masyarakatnya untuk menggunakannya, baik itu bantal hias ataupun bantal sofa, kecuali seorang wanita yang sedang hamil. Hal itu menyebabkan para pria enggan untuk menggunakannya, jika ada pun mereka akan dianggap sebagai pria lemah.

Di Spanyol dan Perancis, digunakan sebagai tempat duduk. Bahkan di Spanyol, dianggap sebagai pengganti kursi kehormatan khusus di pengadilan. Dan biasanya ditutupi dengan sarung bantal yang elegan, baik itu sablon sarung bantal atau print sarung bantal. Sedangkan di Perancis, gereja menggunakannya untuk tempat berlutut dengan cushion cover mahal yang diletakkan di belakang raja yang diatur dan dijaga secara ketat. Demikian sejarah perkembangan bantal, baik bantal hias ataupun bantal sofa di beberapa negara, dimana akan terlihat lebih menarik dengan sarung bantal yang menarik pula. Dapat berupa sablon sarung bantal atau print sarung bantal. Semoga dengan artikel ini dapat menambah wawasan kita tentang sejarahnya.