Alasan Kita Merasa Hangat Saat Memakai Sweater, Hoodie, dan

Alasan Kita Merasa Hangat Saat Memakai Sweater, Hoodie, dan Jumper

posted by Custom on October 12, 2015

Saat udara dalam keadaan dingin, jaket menjadi pilihan yang tepat untuk dikenakan. Ada beberapa model jaket yang dapat memberikan kehangatan tubuh, yaitu sweater, hoodie, varsity, jumper, maupun jaket baseball. Ternyata ada alasan dibalik kenapa model jaket tersebut bisa membuat tubuh kita menjadi lebih hangat saat mengenakannya. Berbagai model jacket ini dapat ditemukan di toko-toko yang jual jaket.


Kenapa Kita Merasa Hangat saat Mengenakan Jaket?

Jaket dan syal mampu membuat hangat tubuh. Banyak orang yang mengira bahwa hal tersebut dikarenakan jika kita menggunaan pakaian itu tidak akan ada udara yang masuk. Dan ternyata ada penjelasan yang lebih detail mengenai hal itu. Profesor yang telah mempelajari tentang pakaian berkenan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Beliau mengatakan bahwa jika kita tidak mengenakan jaket dan syal, terjadi pertukaran antara udara luar dan udara di dalam. Hal ini biasa disebut dengan “efek tumpukan”. Sebaliknya, saat kita mengenakan jaket dan syal, udara tidak akan bertukar (udara tetap) dimana hal ini memiliki efek insulin sehingga membuat kehangatan.

  1. Daya hantar panas. Udara yang tidak mengalami pergerakan (udara tetap) akan kesulitan dalam menghantarkan panas. Pada setiap bahan jacket mempunyai serat yang bisa menghantarkan panas 10 kali lebih banyak daripada udara. Dan tekstil terdiri dari udara dan serat (tak jarang juga terdapat air). Kemudian tekstil mampu menghantarkan panas 2-3 kali lebih banyak dibanding udara. Tapi, tekstil dengan udara tetap disekelilingnya membuatnya tidak bisa menghantarkan panas dengan banyak. Oleh karena itu kita akan merasa hangat saat mengenakan model jaket terutama jaket baseball dan varsity. Jaket baseball memiliki kain yang cukup nyaman apabila kita merasa kedinginan. Pakaian ini dapat dipesan atau dibeli di toko yang jual jaket, baik online atau offline.
  2. Ketebalan. Selain dari faktor daya hantar panas, faktor ketebalan bahan jaket juga dapat mempengaruhi. Semakin tebal suatu pakaian, maka akan semakin hangat saat dikenakan. Sweater rajut memiliki bahan yang cukup tebal, sehingga cocok digunakan saat udara dingin. Hal tersebut karena jacket tersebut memiliki bahan tekstil dimana udaranya dikelilingi serat yang lebih sedikit. Apabila udara bergerak maka akan menyebabkan hal yang berbeda. Udara yang bergerak membawa panas. Pakaian yang memilki ruang kosong banyak, seperti sweater rajut, ia akan kehilangan kehangatannya saat udara berangin. Hoodie juga mengunggulkan ketebalan yang ia miliki, terlebih jika model hoodie bertopi. Jacket jenis ini mampu dibeli di toko yang jual jaket dengan memang bahannya terlebih dahulu.
  3. Ruang yang lebih sedikit. Ketebalan menjadi faktor utama kenapa kita merasakan hangat saat mengenakan hoodie, varsity, maupun jumper. dibanding pakaian yang memiliki lubang lebih sedikit. Hal itu disebabkan karena pada umumnya, pakaian dengan lubang sedikit terbuat dari benang yang halus sehingga membuat bahannya terlalu tipis. Oleh karena itu, sifat untuk mempertahankan kehangatannya menjadi kurang. Pemilihan jacket yang tepat di toko jual jaket juga diperlukan untuk mendapatkan manfaat yang diinginkan.

Demikian adalah penjelasan mengenai alasan kenapa kita merasa hangat saat memakai model jaket, seperti sweater, hoodie, varsity, jumper, maupun jaket baseball. Semoga tulisan ini dapat menambah wawasan kita lebih luas mengenai jacket.