6 Etika Memberi-Menerima Kartu Nama di Jepang

6 Etika Memberi-Menerima Kartu Nama di Jepang

posted by Custom on May 20, 2013

Kartu nama boleh saja kecil, namun memiliki peranan yang cukup besar dalam mengembangkan jaringan ataupun menambah klien. Di Jepang, saling tukar menukar kartu nama memberikan efek besar dalam sebuah hubungan bisnis. Di Jepang sendiri, seperti hal lain yang ada di negara tersebut, memberi atau menerima kartu nama memiliki aturan atau gaya tersendiri.  Terlihat sepele namun jika salah dalam menjalankan etika memberi/menerima kartu nama bisa jadi rencana perusahaan ke depan bisa hancur.  Berikut ini etika ketika memberi atau menerima kartu nama di Negeri Sakura.

  1. Kartu harus terlihat baru dan tidak boleh kotor. Kartu nama yang terlihat dalam kondisi buruk adalah tanda kartu nama itu diabaikan dan itu bisa memberikan kesan buruk.  Karena itu rata-rata pengusaha atau pebisnis di Jepang punya tempat khusus terbuat dari kulit untuk memastikan kartu nama mereka dalam kondisi terbaik.
  2. Memberikan kartu nama dengan dua tangan adalah cara terbaik untuk memberikan kartu nama tersebut kepada orang lain. Dalam hal ini, yang terbaik adalah memegangnya di dua ujung kartu yang terdekat dengan pihak pemberi. Ini membuat orang yang menerima bisa dengan mudah melihat informasi yang ada dalam kartu nama tersebut.
  3. Menerima dengan dua tangan pula.   Menerima kartu nama dengan dua tangan memegang ujung kartu nama adalah cara terbaik saat menerima kartu nama. Pastikan tidak ada info yang tertutup tangan saat menerima kartu nama itu dan catat darimana/siapa/posisi apa pemberi kartu nama tersebut.
  4. Jika anda berdiri, setelah menerima kartu nama menunduk dan taruh kartu nama di balik tempat khusus kartu nama. Jangan letakkan di kantor, itu kasar.
  5. Jika anda duduk, letakkan kartu nama itu di meja selama meeting lalu letakkan di tempat kartu nama, setelah meeting berakhir.
  6. saat seorang pebisnis perlu untuk bertukar kartu nama dengan pebisnis lain dari perusahaan yang berbeda dan status yang berbeda, baik jabatan atau tingkatan, mereka yang memiliki jabatan atau tingkatan lebih rendah harus meletakkan kartu nama mereka lebih rendah.

Etika yang disebutkan diatas mungkin terlihat menyusahkan atau ribet. Namun hal itu patut dicoba, terutama saat mengadakan komunikasi bisnis dengan warga negara Jepang. Hal sepele memang, tapi bisa memberikan pengaruh besar dalam bisnis.