Etika Bertukar Kartu Nama Orang Jepang

Etika Bertukar Kartu Nama Orang Jepang

posted by Custom on November 4, 2013

Bertukar kartu nama umumnya memiliki etika dan kebiasaan tersendiri. Hanya saja, jika hal ini dilakukan pada warga Jepang, etika tersebut perlu sedikit dimodifikasi. Mau tau caranya, berikut tips yang mungkin akan berguna bagi Anda yang akan atau sering bertemu dengan orang Jepang. Sebelum melakukan pertemuan, lakukan beberapa langkah persiapan, diantaranya dengan menyimpan kartu nama di tempat yang mudah dijangkau. Usahakan jangan ditaruh di dompet, karena hal ini kurang beretika karena ditaruh di tempat yang kurang tepat (Pantat). Solusinya, gunakan card holder yang membuat Anda bisa menyimpannya di saku baju. Meski sederhana, orang Jepang umumnya sangat memperhatikan detil kecil seperti itu.

Sama halnya dengan prosesi menyerahkan kartu nama kebanyakan, menggunakan dua tangan saat menyerahkan dan menerima kartu nama adalah etika yang berlaku. Hanya saja, cara ini sedikit dengan membungkuk, sepertihalnya tradisi menghormati orang Jepang. Kembali masalah detil, usahakan menyerahkan kartu bagian depan, dan posisikan terbalik, agar klien bisa langsung membaca kartu nama Anda. Meski sederhana, detil ini biasanya juga digunakan sebagai penilaian sejauh mana profesionalitas bisnis Anda. Saat menerima kartu nama, jangan terburu memasukkan ke kantong. Hal ini biasanya Anda dinilai tidak mau tahu atau tidak mau kenal lawan bicara. Solusinya, baca sejenak lalu Anda bisa memasukkan kartu nama ke kantong.

Saat berada di depan meja, jangan terburu menyimpan kartu nama, tapi letakkan di atasnya. Jika Anda menerima lebih dari satu kartu nama dari beberapa orang yang masih berada ditempat, jangan menumpuk kartu nama mereka. Tapi menyejajarkan kartu nama mereka di depan Anda. Cara ini paling sering dilakukan orang Jepang dalam etika memberi dan menerima kartu nama. Cara ini juga akan membuat Anda mengenal nama lawan bicara, sehingga suasana bertambah akrab.

Saat lawan bicara tak kunjung memberi kartu nama, jangan sungkan untuk memintanya. Lakukan dengan sopan, dan juga tanyakan apakah Anda bisa bisa menghubungi klien dari informasi di kartu nama. Orang jepang selalu memperhatikan dengan detil setiap kesempurnaan. Dalam hal ini dalam kondisi tidak bersih, sobek dan terdapat lipatan, sudah cukup bagi mereka menilai profesionalitas Anda sangat kurang. Seperti etika menerima kartu nama, jangan gunakan kartu nama lawan bicara Anda sebagai obyek mainan. Seperti digulung, dilipat dan sebagainya. Hal ini biasanya dimaknai Anda kurang sopan sebagai penerima kartu nama.

Bagaimana? Pada dasarnya meski sederhana menyerahkan dan menerima kartu nama selalu ada etikanya. Terlebih jika berhubungan dengan orang Jepang yang identik selalu memperhatikan kesempurnaan dan detil terkecil sekalipun.