Karena Desain, Kaos Sablon Ini Jadi Kontroversial

Karena Desain, Kaos Sablon Ini Jadi Kontroversial

posted by Custom on April 17, 2014

Tak selalau, desain sederhana produk sablon kaos bisa diterima dengan mudah di masyarakat. Setidaknya hanya karena kesalahan menggunakan kata-kata di desainnya, sebuah kaos mendapat kecaman karena dianggap akan membawa dampak buruk di masyarakat. Jenis desain dan kata-kata seperti apa, berikut ulasannya. Entah disadari atau tidak, sebuah desain dengan kata sederhana yang menempel di salah satu desain produk kaos salah satu brand ternama internasional, Urban Outfitter's mendapat kecaman di masyarakat. Hal ini berawal dari sebuah desain kata sederhana yang tercetak dengan huruf besar dengan tulisan “Depresion”.

Kenapa hal ini dianggap meresahkan di masyarakat internasional? Ini karena di buat oleh salah satu brand yang sedang banyak digandrungi, paling banyak disukai oleh kalangan anak mudah tanah di berbagai negara. Pengaruh dari ini semua, kata tersebut dianggap dapat memberi inspirasi tersendiri bagi anak muda untuk merasa putus asa atau depresi. Bukan sebuah fenomena positif, karena hal ini telah terbukti membawa dampak negatif yang signifikan saat seseorang (remaja) mengalami depresi.

Dalam studi di beberapa negara maju seperti Amerika, Jepang dan Korea Selatan misalnya. Ketiga negara ini memiliki masalah yang sangat serius dalam hal remajanya yang sering merasakan depresi. Dampaknya, angka bunuh diri di negara-negara tersebut sangat tinggi. Bahkan di Amerika, beberapa remaja bahkan nekat melakukan tindakan kriminal dengan senjata dan membunuh beberapa teman atau orang disekitarnya karena depresi.

Kembali di produk sablon kaos kontroversial di atas, kekecewaan dan protes desain sederhana yang dianggap berdampak besar ini pada akhirnya menuai protes. Tak sedikit orang pada akhirnya menulis pesan protes mereka melalui berbagai jejaring sosial. Seperti Twiter, Facebook dan sebagainya. Beberpa pelanggan dan masyarakat yang melakukan protes, seperti dikutip dari Nydaily, menulis kata “Eat Less” sebagai tanda protes mereka. Beberapa orang di Twiter bahkan menulis, “Depresi” adalah sebuah bentuk kelainan yang menjijikkan. Dan dalam hal fashion, hal ini sangat tidak pantas untuk gaya berbusana.

Sementara beberapa akun twiter yang lain menyebut, meski sederhana kata ini sangat tidak pantas dimunculkan dalam sebuah brand produk kaos populer. Karena dampaknya sangat memungkinkan menginspirasi siapa saja (Khususnya anak muda) untuk merasakan hal yang sama. Pada dasarnya tak banyak kisah kontroversi soal desain kaos yang tak pantas hanya karena kata-katanya tak sesuai dengan norma kesopanan. Hanya saja, tingginya potensi masyarakat mengalami masalah gangguan jiwa, karena banyak hal seperti sekarang, membuat isu sederhana ini dianggap dapat berdampak sangat besar.

Lalu bagaimana dengan Anda pencinta sablon kaos? Apakah hal tersebut pantas dimasukkan dalam produk kontroversial? Atau sebuatan itu berlebihan untuk sebuah desain kaos yang sederhana? Yang pasti apapun desainnya, selama tidak bersinggungan dengan isu rawan dan sensitif, mungkin tak akan berpengaruh besar pada munculnya protes di masyarakat. Terlebih jika hal tersebut diproduksi oleh sebuah brand besar populer yang banyak orang tau.