Maaf, browser anda tidak support javascript

Cara melakukan Teknik discharge Untuk Kaos Sablon

posted by Custom on March 13, 2014

Salah satu teknik sablon untuk kaos adalah sablon discharge. Dibanding dengan teknik lain untuk sablon kaos, teknik ini dikenal lebih awet, baik dari hasil sablonan sampai dengan karakter kaos yang tak mudah molor meski digunakan selama beberapa tahun. Tak hanya industri, teknik ini bisa dilakukan oleh siapa saja, bahkan kita yang ingin menyablon beberapa kaos dengan motif khusus. Sama seperti teknik lain, sablon kaos jenis ini biasanya memiliki tinta khusus yang sifatnya water base.

Bahan tinta khusus ini dibuat dengan bahan berbasis air. Sehingga saat digunakan di kain, bahan ini mudah menyerap hingga serat. Hal ini akan memberi keuntungan tersendiri jika digunakan pada bahan kain 100% katun, tapi tidak untuk jenis kain yang lain. Sablon discharge pada dasarnya dilakukan dengan mengubah warna dasar kain dengan bahan tinta sablon. Tak semua, biasanya untuk beberapa motif yang dikehendaki, bagian tersebut akan diloncati. Sehingga didapat motif alami yang tak sekedar nempel.

Sehingga berbeda dengan hasil print kaos cara yang lain yang mudah terkelupas atau rusak, dengan teknik ini hasil yang didapat bisa maksimal dan tak mudah hilang. Karena hasil yang maksimal, sablon discharge biasanya digunakan untuk jenis kaos berbahan cotton combed dengan harga yang relatif lebih mahal dibanding jenis kaos dengan sablon yang lain. Sablon Discharge biasanya digunakan untuk desain kaos sederhana. Diperlukan keahlian khusus untuk membuat motif dengan design rumit atau detil dengan warna yang beragam. Selain itu, tak semua warna kaos dapat digunakan sablon jenis ini. Karena warna seperti biru, Ungu dan Hijau, adalah beberapa warna kaos yang tak bisa “dicabut warnanya” dengan teknik ini.

Ada satu hal yang tak harus dilakukan setelah melakukan sablon dengan cara ini. Penggunaan bahan kimian jenis ZFS (Zinc Formaldahyde Sulfoxylate), membuat kaos tidak disarankan untuk langsung dipakai setelah proses pencetakan warna. Melainkan kaos harus di cuci terlebih dahulu agar bahan tidak membuat masalah tersendiri bagi kulit. Untuk melakukan teknik ini, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelumnya. Seperti pemilihan bahan yang reaktif. Bahan ini biasanya akan membuat tinta dapat menyerap dengan sempurna dengan kain pakaian. Sementara bahan yang berlawanan hanya akan membuat proses sablon kemungkinan besar gagal.

Setelah proses pewarnaan, langkah selanjutnya adalah pengeringan. Hal ini biasanya dapat dilakukan dengan banyak cara, diantaranya dengan menggunakan hot pres. Cara ini akan membuat proses pengeringan berjalan dengan sempurna jika dilakukan dengan suhu panas mencapai 160 derajat selama 30 detik. Proses ini akan membuat obat discharge beroksidasi dan membuat bahan lebih reaktif. Tips terakhir agar sablon discharge lebih awet di kaos adalah perawatan yang benar. Umumnya kaos dengan sablon ini cara pembersihannya tak jauh berbeda dengan jenis kaon dengan sablonan yang lain. Untuk membersihkannya, yang perlu Anda perhatikan adalah proses perendaman yang tak terlalu lama, tanpa bahan pemutih, dan tidak menyikatnya terlalu kencang. Saat menjemur, balik kaos agar warna tetap terjaga dengan baik dan awet.