Maaf, browser anda tidak support javascript

Sablon Kaos Digital, Kekurangan dan Kelebihannya

posted by Custom on November 11, 2013

Simple, mudah dan bisa digunakan untuk berbagai jenis gambar dengan beragam warna. Bisa jadi kelebihan paling menonjol dari sablon digital. Cara ini biasanya lebih presisi karena menggunakan sistem komputerisasi dan cetakan printer. Secara umum, berikut kelebihan dan kekurangan sablon digital dalam fungsinya memproduksi kaos polos. Dibanding dengan sablon manual, sablon digital pada umumnya memiliki kombinasi warna yang lebih baik. Sehingga komposisinya lebih variatif, detil dan lebih sempurna. Hal ini akan terlihat jelas saat Anda menggunakan foto dan gambar riil lain untuk desain kaos sablon. Memiliki penurunan kualitas warna yang relatif kecil, proses sablon kaos bahkan terlihat seperti menempel foto di kaos. Hal ini terlihat dari detil gambar dan presisi warna yang muncul.

Hasil maksimal dan didukung dengan perangkat komputer membuat proses pengerjaan jauh lebih cepat. Hanya dengan menggunakan media kertas transfer, maka desain gambar bisa langsung ditempel di kaos polos. Hal ini tentu saja jika dibandingkan dengan proses penyablonan yang dilakukan secara manual. Yang umumnya perlu proses penyablonan manual yang cukup lama, dan perlu diakhiri dengan proses pengeringan. Dalam hal pengeringan, karena tidak menggunakan cat yang biasa digunakan oleh sablon manual, umumnya proses sablon digital lebih cepat kering. Hal ini dikarenakan proses pengepresan dengan menggunakan mesin digital, yang selain berfungsi menempelkan, alat ini juga akan membuat bagian lebih cepat kering.

Karena produksi yang relatif murah (untuk bahan), dan proses pengerjaan yang sederhana, umumnya sablon digital tidak menerapkan minimum order, seperti yang dilakukan sablon manual. Dengan kata lain, saat menggunakan jasa sablon kaos digital, Anda bisa memesan hanya untuk satu dua kaos. Meski memiliki sejumlah kelebihan, sablon digital juga memiliki beberapa kekurangan jika dibandingkan dengan sablon manual, antara lain gambar sablon yang mudah pudar. Meski tak bisa dipukul rata, dalam hal ini penggunaan kualitas kertas transfer sangat berpengaruh, juga jenis dan kualitas tinta yang digunakan.

Meski memiliki harga produksi relatif murah, namun dalam hal persiapan investasi alat yang dipergunakan, sablon digital umumnya relatif mahal. Hal ini biasanya digunakan untuk pembelian kertas transfer, mesin press dan printer khusus yang digunakan. Karena penggunaan kertas transfer berkualitas (Agar warna tak cepat pudar), maka harga satuan kaos sablon digital umumnya lebih mahal. Hal ini juga ditunjang dari jumlah investasi pembelian alat yang juga tak murah.

Kelemahan yang lain adalah dalam hal penggunaan jenis print kaos. Karena metode press dan penggunaan tinta tertentu, maka tak semua jenis kaos dapat disablon dengan cara digital. Dalam halini hanya jenis kain katun combed yang lebih direkomendasikan, ketimbang jenis yang lain. Hasil yang kurang maksimal, dan bagian sablon yang tak merekat erat adalah beberapa masalah yang sering terjadi dalam hal ini. Selain itu, area sablon digital umumnya sangat terbatas. Dalam hal ini hanya sebesar kertas transfer yang umumnya berukuran A4.