Maaf, browser anda tidak support javascript

Posts Tagged with print kaos

Kaos Ini terbuat dari Bagian Tubuh Orang

posted by Custom on March 13, 2014

Ide gila apa yang mungkin menurut Anda paling gila soal kaos? Bukan dari motif sablon kaos yang terbuat dari bahan khusus, tapi mungkin bahan yang digunakan sebagai kain. Yah, itulah yang terjadi dari seseorang asal Rumania yang membuat kaos berbahan dasar rambut. Kaos dan pakaian konvensional, mungkin sudah bukan lagi hal baru dibuat dengan kain. Kain yang digunakan pun cukup beragam, dari benang biasa sampai hasil pintalan produk ulat (Sutra), sering digunakan dalam hal ini. Jika hal ini biasa bagi Anda, apa yang dilakukan oleh perempuan yang satu ini mungkin cukup luar biasa. 

Unik, aneh, menyeramkan atau justru akan memberi Anda isnpirasi tersendiri, hal tersebut yang mungkin cocok untuk menggambarkan karya seseorang ibu asal Rumania ini. Bagaimana tidak, jika orang awam menggunakan kapas dan benang untuk membuat pakaian yang kemudian dipakai untuk baju, wanita ini justru menggunakan rambutnya sendiri. Adalah Iona Cioanca, 71 tahun, wanita asal Rumania yang memiliki ide gila ini. Entah apa yang terlintas dipikiran Iona, yang pasti sebuah baju telah dibuatnya dengan hanya menggunakan rambut (miliknya) yang memang panjang.

Sebelum melakukan hal ini, ia mengaku telah cukup lama memanjangkan rambutnya. “Selama bertahun-tahun saya harus menunggu rambut saya tumbuh agar bisa dijadikan bahan untuk print kaos. Saya akhirnya bisa melakukannya dan saya merasa sangat senang,” papar Cioanca. Ia menambahkan, meski idenya ini tak wajar dan tak akan mungkin dilakukan wanita lain di seluruh dunia, tapi ia yakin idenya ini cukup unik. Dan Iona mengaku cukup bangga dengan apa yang telah dilakukan dengan rambut panjangnnya. Dimana saat ini selain baju, ia juga sempat membuat selendang, rok, sarung tangan bahkan sampai jas hujan dengan bahan yang sama.

Tak hanya sablon kaos, wanita ini juga sempat membuat beberapa ornamen fashion langsung dari rambutnya sendiri. Seperti topi dompet dan sebagainya. Benda-benda ini dikumpulkan dari rambutnya sendiri yang ia panjangkan sejak usia 16 tahun. Menurut Cioanca, barang-barang yang dibuat dari rambutnya memiliki warna yang lebih terang. Pasalnya, barang-barang itu dibuat dalam 10 tahun terakhir ketika rambutnya sudah beruban. Cioanca mengaku barang-barang yang dibuat dari rambutnya cukup nyaman dipakai dan hangat. Ia berharap namanya bisa masuk rekor agar orang-orang tahun bahwa rambut manusia sangat berguna.

Limbah rambut sudah bukan hal baru lagi di dunia fashion. Setidaknya bagi budaya jawa, bahan ini sering digunakan untuk bahan pembuatan sanggul. Dan untuk budaya modern, sepertihalnya fungsinya, rambut digunakan untuk penutup kepala (rambut palsu) dan keperluan salon lainnya. Tapi untuk penggunaan produk fashion, mungkin perempuan yang satu ini baru pertama yang pernah melakukannya di dunia. Bagaimana menurut Anda? Cukup mengerikan atau menakjubkan menurut Anda? Yang pasti untuk membuat ornamen aksesoris dan pakaian milik Iona terlihat lebih terlihat bersih, ia sepertinya tak memerlukan sabun cuci dan sebagainya. Karena seperti yang dibutuhkan rambut pada umumnya, untuk membuat bagian ini berkilau, perlu sampo dan mungkin kondisioner.

Read more...

Kaos-kaos Desain Go Green Masa Depan

posted by Custom on March 13, 2014

Energi bisa jadi hal paling dibutuhkan secara instan saat ini. Dimana banyak perangkat elektronika daam bentuk gadget yang memerlukan daya listrik sewaktu-waktu. Nah tak hanya membutuhkan colokan listrik, bisa jadi hal ini kedepannya bisa Anda memenuhinya dengan sablon kaos sederhana yang melekat di depan Anda. Keberadaan sablon kaos dengan bahan ramah lingkungan sepertinya tak cukup untuk masa depan. Beberapa desainer sukses menciptakan sebuah desain pakaian dengan fungsi lebih dari sekedar menutup badan. Karena dengan hanya pakaian, beberapa kebutuhan bisa terpenuhi secara instan, dalam hal ini seperti pengisi daya perangkat gadget.

Tak hanya orang awam, kebutuhan gadget sepertinya semakin komplek dan sudah biasa digunakan untuk berbagai profesi. Mulai dari kontraktor, bahkan sampai tentara. Karena tak hanya senjata, pasukan modern juga biasa dilengkapi dengan sejumlah gadget. Peralatan ini dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan, salah satunya mengetahui posisi dengan sistem GPS. Sayangnya, berbeda dengan masyarakat umum kebanyakan, kebutuhan akan sumber daya listrik akan menjadi hal paling komplek yang dihadapi oleh para prajurit. Mengingat saat berada di medan pertempuran, sumber daya listrik adalah hal yang paling susah terpenuhi. Beberapa cara sempat digunakan salah satunya dengan menggunakan baterai bertegangan sesuai dengan harapan.

Sebuah peneliti di Inggris dalam hal ini sempat menemukan sebuah cara revolusioner sederhana dalam mengatasi masalah ini. Yakni dengan menggunakan sebuah desain perangkat modern yang dapat mensuplay setiap daya listrik gadget yang diperlukan. Pakaian unik ini dinamakan solar Soldier. Cara kerja pakaian berteknologi ini sangat unik, karena memiliki kemampuan menyerap panas dari berbagai sumber. Seperti gerakan, panas dari api sampai matahari. Daya yang didapat kemudian dikonversi menjadi energi listrik. Yang kemudian dapat disalurkan ke kebutuhan GPS, Radio, Senjata dan segalanya.

Sampai saat ini kebutuhan sablon kaos berteknologi unik ini masih dalam wacana prototipe, dan masih dikembangkan untuk pakaian prajurit tentara. Tak menutup kemungkinan, pakaian ini akan dikembangkan lebih jauh untuk kebutuhan komersial, sehingga semua orang bisa menggunakannya. Tak hanya pakaian penyerap panas yang dapat menjadi sumber energi listrik, beberapa peneliti juga berhasil mengembangkan jenis pakaian ramah lingkungan yang lain. Diantaranya pakaian yang dapat memerangi dampak buruk polusi udara yang sudah menjadi hal biasa di beberapa kota besar di dunia.

Pakaian ini bekerja dengan cara membersihkan udara kotor disekitar. Adalah Helen Storey, desainer asal Inggris yang mengembangkan desain unik berkonsep seni dan pengetahuan ini. Dimana bahan kaos khusus digunakan agar pakaian bisa memiliki karakter seperti yang diinginkan. Dalam desainnya, Helen menggunakan bahan baku denim yang dimodifikasi dengan cara tertentu. Selanjutnya bahan ini mampu memurnikan udara yang ada di sekitar, menjadi lebih ramah untuk dihirup. Meski dalam tahap pengembangan, diperkirakan jenis pakaian ini akan laris dipasar, terutama bagi masyarakat perkotaan di berbagai negara maju di dunia.

Read more...