Maaf, browser anda tidak support javascript

Posts Tagged with sejarah print kaos

Mengenal Sejarah Sablon Kaos Dan Print Kaos

posted by Custom on March 6, 2013

Sablon Kaos pertama kali ditemukan di China, pada zaman Dinasti Song (960 – 1279 CE). Jepang dan negara – negara Asia lainnya mengadopsi metode cetak ini dan mengembangkannya dengan memadukannya dengan penggunaan teknik cetak lainnya.

Sablon Kaos Dan Print Kaos

Sablon Kaos pertama kali dikenalkan ke negara Eropa Barat setelah beranjak dari Asia pada akhir tahun 1700an, tetapi tidak terlalu dikenal baik di sana. Sablon kaos mulai dikenal sejak kain sutera mulai banyak digunakan di pasar. Sablon Kaos tersebut digunakan untuk menghias kain sutera.


Sablon Kaos di patenkan di Inggris

Sablon Kaos pertama kali dipatenkan di Inggris oleh Samuel Simon pada tahun 1907. Awalnya, penyablonan digunakan sebagai metode untuk melakukan pencetakan pada kertas dinding (wallpaper), pencetakan sprei, sutra, atau bahan – bahan kain lainnya yang memiliki kualitas tinggi.

Di dunia teknologi industri, penyablonan pada akhirnya diadopsi oleh para seniman sebagai suatu solusi atas biaya pencetakan yang mahal. Sablon adalah solusi praktis dan murah untuk melakukan pencetakan secara berulang – ulang. Penyablonan, sekarang cukup terkenal, baik dalam dunia seni, maupun pencetakan secara komersial, dan seringkali digunakan untuk mencetak gambar pada print kaos, topi, CD, DVD, keramik, kaca, polyetilen, polypropile, kertas, logam, dan kayu.

Print Kaos selain sebagai alat cetak komersial, juga merupakan seni. Sekumpulan seniman sablon, kemudian mendirikan Perkumpulan Serigrafi Nasional (National Serigraphic Society), yang merupakan awal dikenalnya nama Serigrafi pada tahun 1930, untuk membedakan antara para seniman yang berkarya di bidang seni dengan menggunakan penyablonan, dengan mereka yang bergerak di bidang sablon industri komersial. Serigrafi sendiri berasal dari bahasa Latin, yaitu “Seri” (sutra), dan bahasa Yunani “graphein” (menulis atau menggambar).

Seorang seniman bernama Andy Warhol merupakan salah satu nama yang berjasa besar dalam memperkenalkan teknik penyablonan yang berkaitan dengan istilah serigrafi tersebut, terutama di wilayah Amerika Serikat. Warhol sangat dikenal dengan karyanya pada tahun 1962, yaitu pembuatan gambar Marilyn Monroe yang dicetak dengan menggunakan warna – warna yang mencolok.

Seorang wirausahawan, seniman, sekaligus investor dari Amerika bernama Michael Vasilantone, mengembangkan suatu mesin penyablonan untuk lebih dari satu warna serta mematenkannya pada tahun 1960. Mesin penyablonan tersebut diproduksi untuk mencetak logo dan tulisan – tulisan pengenal untuk baju – baju pada klub bowling, tetapi pada akhirnya lebih diarahkan sebagai suatu solusi baru dalam mencetak print kaos. Paten yang diajukan oleh Vasilantone, tanpa membutuhkan waktu yang lama, akhirnya dikabulkan oleh berbagai pengusaha, dan pada akhirnya, mesin sablon baju tersebut menjadi salah satu mesin paling populer dalam dunia industri penyablonan. Sekarang, lebih dari 50% kegiatan pencetakan print kaos di Amerika Serikat dan seluruh dunia menggunakan teknik sablon baju.


Macam - macam Teknik Sablon Baju

Sekarang ini sablon baju sudah semakin berkembang lagi, khususnya untuk industri print kaos.  Tersedianya grosir print kaos murah yang dijual di pasaran membuat semua orang bisa membikin sablonnya sendiri. Alternatif pembuatan kaos sablon bukan hanya terbatas pada sablon manual dengan berbagai variasinya seperti glitter, flocking, glow in the dark, atau high density, dan lain sebagainya, namun juga merambah ke dunia digital. Sablon manual, sablon digital, dan teknologi printer direct to garment (DTG) merupakan perkembangan dari proses cetak sablon. Teknologi ini terus berkembang, dan teknik-teknik print kaos baru setiap hari terus ditemukan.

Read more...

Proses Pembuatan Kaos, Rumit Tapi Menarik

posted by Custom on March 14, 2013

Sablon kaos adalah pakaian yang serba guna dan tahan lama yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. Sejak pertama ditemukan pada tahun 1920, kaos telah mendunia dan menciptakan pasarnya sendiri. Kaos tersedia dalam berbagai ukuran, pola, warna, gaya, dan desain. Lengan kaos umumnya pendek di atas siku, tetapi kini tersedia pula kaos dengan lengan panjang atau siku. Kaos juga merupakan alat ekspresi berbagai propaganda untuk perusahaan, organisasi, humor, orang-orang atau kelompok terkenal, dan lain-lain. Selain itu, karena harganya yang murah, kaos juga sering dipakai sebagai alat promosi yang diberikan secara cuma-cuma kepada pelanggan atau saat event-event tertentu.

 

Begitu biasanya kita dengan sablon kaos, yang sudah benar-benar melekat dalam keseharian manusia, hingga kita tak pernah bertanya atau penasaran dengan bagaimana sebenarnya kaos dibuat.

  • Material Kaos. Material Kaos berasal dari 100% katun (kita sering melihat tulisan tersebut tertera di label kaos kita), atau dapat juga terbuat dari bahan polyester, atau campuran bahan katun dan polyester. Kaos yang bersifat ‘stretch’ dibuat dari kain yang dirajut, terutama dengan rajutan Jersey, karena rajutan Jersey lebih tahan lama, nyaman, dan prosesnya tidak mahal. Selain itu, print kaos dengan rajutan Jersey merupakan material yang populer digunakan untuk sablon kaos. Beberapa rajutan Jersey datang dalam bentuk tube (silinder) sehingga mengurangi jumlah jahitan di sisi samping baju.
  • Proses Manufaktur. Proses pembuatan kaos sebenarnya cukup sederhana dan sebagian besar dilakukan secara otomatis. Mesin pembuat kaos melakukan pemotongan, menyambung, menjahit print kaos dengan sistem operasional yang efisien.

 

Proses yang paling sederhana adalah menyatukan dua hela kain (depan dan belakang) lalu menjahit bagian sampingnya. Berikut adalah tahap-tahap proses pembuatan kaos sederhana:

  1. Styling: Kaos didesain dan dimensinya dipindahkan ke pola.
  2. Cutting: Kain dipotong mengikuti pola, terdiri dari potongan badan, lengan, serta kantong jika ingin ditambahkan.
  3. Menggabungkan Bagian Depan dan Belakang: kedua bagian harus dijahit di samping untuk menyatukan keduanya. Proses harus dilakukan dengan hati-hati agar jarum tidak memotong benang kain, yang dapat menyebabkan kain menjadi robek.
  4. Menjahit tepian bagian lengan: Bagian lengan dijahit terlebih dahulu tepinya sebelum disatukan dengan bagian badan.
  5. Menjahit tepian bawah bagian badan.
  6. Menyatukan bagian lengan dan badan. Inilah tahap di mana bentuk kaos keseluruhan terlihat. Tergantung dari print kaos, proses ini dapat dilakukan sebelum atau sesudah pemasangan leher baju.
  7. Memasang leher baju
  8. Merampungkan bagian neckline
  9. Memasang label baju
  10. Pemeriksaan akhir
Read more...